BPBD Jember bersama Camat Sumberbaru dan Pemdes Karangbayat saat memberikan bantuan kepada Pak Budin korban kebakaran (foto: Moh. Ali Makrus/ JatimTIMES)
BPBD Jember bersama Camat Sumberbaru dan Pemdes Karangbayat saat memberikan bantuan kepada Pak Budin korban kebakaran (foto: Moh. Ali Makrus/ JatimTIMES)

Terbakarnya rumah milik pak Budin (55) warga Dusun Krajan Desa Karangbayat Sumberbaru Jember akibat korsleting listrik, mendapat perhatian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember dan Muspika Kecamatan Sumberbaru.

Camat Sumberbaru Dedy Winarno bersama dengan BPBD usai mendengar adanya rumah warga yang ludes terbakar dan tak tersisa sama sekali, langsung mendatangi rumah korban, kepada Pak Budin, camat bersama BPBD memberikan bantuan berupa alas tidur, peralatan sekolah untuk anaknya, serta beberapa kebutuhan pangan lainnya.

Baca Juga : Miliki Rumah Isolasi, Kampung Tangguh Poharin Lebih Mengedepankan Edukasi

“Kami bersama BPBD memberikan bantuan kepada keluarga Pak Budin yang terkena musibah, apalagi ia hanya berdua bersama dengan anaknya yang masih kelas 5 SD, dan hari ini, kami memberikan bantuan berupa kebutuhan pangan dan peralatan sekolah untuk anaknya,” ujar Dedy saat ditemui di lokasi kejadian.

Tidak hanya itu, Dedy juga mengatakan akan menyampaikan musibah ini ke atasannya (Bupati) untuk mendapat bantuan rehab rumah milik korban. “Insya Allah nanti akan kami usahakan untuk proses pembangunan rumahnya, saat ini kami bersama BPBD masih menginventarisir kebutuhan yang diperlukan,” tambah Dedy.

Sementara Tima (buka Tifa seperti diberitakan sebelumnya, red) anak dari Pak Budin, tidak henti-hentinya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah yang sudah membantu musibah yang menimpa adik dan bapaknya.

“Saya mengucapak terima kasih kepada pemerintah, karena sudah memberikan bantuan ini, kepada siapa lagi kami harus mengadu kalau tidak kepada pemerintah, dan Alhamdulillah ada gerak cepat dari pemerintah membantu bapak kami, karena bapak kami hanya buruh tani gak punya apa-apa untuk bisa membangun rumahnya lagi,” beber Tima.

Sedangkan untuk sementara waktu, adiknya yang masih kelas 5 SD akan tinggal bersamanya, karena ibunya sudah meninggal 6 bulan yang lalu, sedangkan untuk bapaknya akan tinggal di rumah tetangganya.

“Rumah saya kan agak jauh dari rumah bapak, nanti adik saya tinggal bersama saya dulu, dan bapak akan tinggal di rumah tetangga, sambil membersihkan sisa sisa kebarakarn,” ujar Tima.

Baca Juga : Kembali Bertambah, Perumahan Riverside Perkaya Kampung Tangguh Kota Malang

Seperti diberitakan sebelumnya, rumah Budin terbakar akibat adanya konsleting listrik di rumahnya, sebenarnya kerusakan instalasi sudah dilaporkan ke pihak PLN Unit Tanggul, bahkan sempat ada petugas dari PLN yang mendatangi rumahnya untuk melakukan pengecekan.

Namun pada saat kedua petugas datang, Budin dimintai uang sebesar 175 ribu rupiah dan dijanjikan akan diperbaiki 4 bulan lagi, namun hanya dalam hitungan hari, konsleting listrik menjadikan rumah yang terbuat dari dinding bambu ini terbakar habis dan tidak tersisa. (*)