Kondisi rumah Budin ludes terbakar dan rata dengan tanah (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)
Kondisi rumah Budin ludes terbakar dan rata dengan tanah (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)

Nasib apes menimpa keluarga Budin (55) warga Dusun Krajan Desa Karangbayat Sumberbaru Jember. Rumah berdinding bambu yang ditempati bersama Eka Saputri (11) anak semata wayangnya ludes terbakar akibat korsleting listrik.

Menurut Tifa anak pertama korban yang ditemui media ini mengatakan, kebakaran bermula saat Eka adiknya menonton televisi. Tiba-tiba dari atap muncul percikan api, iapun berteriak memanggil-manggil bapaknya yang ada di belakang rumah.

Baca Juga : Terkait Aksi Lempar Botol Bir, Bupati Akan "Damai" dengan Dewan Koboi?

"Kejadiannya cepat sekali, beruntung adik saya berhasil keluar rumah, sedangkan bapak saya yang di luar berusaha masuk untuk mengambil uangnya Rp 350 ribu, tapi gak bisa, akhirnya ludes semua," ujar Tifa Senin (29/6/2020).

Tifa menambahkan, memang sebelum terjadi kebakaran, dalam dua bulan ini ada masalah di instalasi listrik rumahnya. Dia sudah mengadukan ke PLN UPJ Tanggul, kemudian oleh petugas diarahkan untuk lapor ke Call Center PLN 123.

"Saat listrik rusak, saya sudah mendatangi PLN Tanggul, oleh petugas disuruh lapor ke Call Center, kemudian kami lapor ke Call Center dan esoknya ada 2 petugas yang datang, kata petugas jaringan di rumah saya akan dibetulkan 4 bulan lagi, dan dimintai uang Rp 175 ribu," ujar Tifa.

Namun sehari berselang dan belum dibetulkan, rumah bapaknya sudah ludes terbakar. 

Sementara saat media ini konfirmasi ke PLN Tanggul, oleh Satpam yang bertugas diminta untuk datang di lain hari, karena jajaran pimpinan tidak ada di Kantor.

Baca Juga : Selain Klaster Keluarga, Kasus Baru Juga Jadi Sebab Lonjakan Covid-19 di Kota Malang

"Manager kami sedang tidak ada di kantor mas, lain hari saja ke sini lagi, kalau mau konfirmasi terkait jaringan, biasanya ke bagian Teknik. Cuma hari ini bagian teknik sedang bertugas di lapangan semua," ujar Satpam PLN Unit Tanggul.

Akibat dari peristiwa ini, korban mengalami kerugian mencapai Rp 32 juta rupiah, dan untuk sementara waktu, korban bersama anaknya tinggal ditampung oleh keluarganya yang lain.