Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (Foto: Bangka Pos)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (Foto: Bangka Pos)

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dikabarkan akan didemo sekelompok orang tua murid.  

Sekelompok orang tua murid tersebut menamakan diri sebagai Forum Relawan PPDB DKI 2020.  

Baca Juga : Imbas Pandemi Covid-19, Program Prioritas Renovasi Gedung Sekolah Mandek di Kota Batu

Mereka dikabarkan akan menggelar aksi demo di depan kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senin (29/8/2020) pagi ini.  

Forum tersebut akan melakukan aksi demo protes dengan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di DKI Jakarta yang dinilai tak adil.  

Mereka mendesak Nadiem untuk turun tangan langsung menyelesaikan polemik PPDB SD/SMP/SMA di semua jalur yang saat ini diseleksi berdasarkan usia.  

Peraturan tersebut telah dibuat oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta melalui Surat Keputusan Kadisdik nomor 501/2020 tentang PPDB Tahun Ajaran 2020/2021.

"Seleksi berdasarkan usia itu tidak adil atau diskriminatif untuk siswa-siswi yang usianya lebih muda," ujar koordinator aksi, Agung.  

Terlebih bagi siswa yang usianya muda, peluang untuk diterima di sekolah negeri lebih kecil dibanding siswa yang umurnya lebih tua.  

Baca Juga : Masih Zona Merah, 31 Ribu Lebih Calon Mahasiswa Baru Bakal Ikut Ujian di Kota Malang

Lebih lanjut, mereka menilai alasan pemerintah mengutamakan peserta didik yang lebih tua di seleksi PPDB ini memberikan kesempatan lebih kepada siswa yang kurang mampu secara ekonomi tidak tepat.  

Oleh karena itu, mereka menuntut Nadiem agar bisa mengevaluasi PPDB DKI Jakarta 2020 yang diskriminatif, bertentangan dengan Permendikbud No 44 tahun 2019.

“Kami menolak sistem PPDB seleksi usia sebagai parameter utama pada semua jalur seleksi,” ungkap Agung. 

Selain itu mereka juga menuntut dengan diadakannya PPDB ulang menggunakan parameter zonasi atau jarak serta nilai rata-rata Sidanira (Sistem Informasi Pendataan Nilai Raport) dan akreditasi sekolah.