Surat Terbuka PC PMII. (Foto: istimewa)

Surat Terbuka PC PMII. (Foto: istimewa)



Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang, Sutriyadi mengaku keberatan dan menyesalkan surat terbuka yang dilayangkan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC-PMII) Kota Malang.

"Tentu dengan surat terbuka itu saya sangat keberatan sekali. Dan saya sangat menyayangkan dengan poin-poin yang ada di surat terbuka itu," ungkapnya saat dihubungi MalangTIMES, Sabtu (24/8/2019).

Ia menegaskan, statement dalam surat tersebut tidak benar adanya. "Seingat saya saya sama Bung Arief (Ketua GMNI) tidak pernah menyebutkan PMII," tegas pria yang akrab disapa Yadi tersebut.

Yadi pun mengirim video bukti kebenaran akan apa yang ia sampaikan. Yadi mengaku, ia merasa dinasehati dalam surat terbuka tersebut. "Di dalam surat itu kami kok merasa dinasihati. Padahal apa yang mereka sampaikan itu tidak benar," ucapnya.

Sama halnya seperti Arief, Yadi juga sudah mencoba menghubungi Ketua PMII Cabang Malang, Sena Kogam. "Saya sudah menghubungi Ketum PMII sama videonya sudah saya kirim, tapi sampai sekarang belum ada respon," ungkapnya.

Ia pun tidak mau mempermasalahkan siapa yang salah. Akan tetapi, ia menegaskan tidak pernah menyebutkan nama PMII.

"Yang jelas saya cuma mau mengkonfirmasi bahwa seinget saya HMI dan GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) itu tidak pernah menyebutkan nama PMII," ucapnya.

"Dan apa yang disampaikan oleh PMII di surat terbuka itu tentu saya sangat keberatan dan menyesalkan karena itu tidak benar dan saya merasa dinasehatin sama mereka," tandasnya sekali lagi.

Berikut salah satu fragmen dalam surat terbuka PC-PMII. "Ungkapan yang diutarakan pada publik dan mengklaim bahwa hal itu merupakan suara pemuda adalah Bung Arif selaku ketua umum GMNI dan Kanda Yadi selaku ketua umum HMI yang sama sekali tidak berhubungan dengan PC PMII Kota Malang dan bukan interpretasi dan keterwakilan ratusan ribu kader PC PMII Kota Malang."

Dalam surat tersebut diungkapkan, Pesan Perdamaian yang disuarakan tidak melalui pertimbangan panjang dan mendalam. Sehingga PC PMII melihat adanya celah yang bisa menimbulkan pertanyaan dan polemik dikalangan publik luas.

"Hal itu kami garis bawahi "di Malang tidak ada bentuk konflik yang menimpa saudara-saudara kami dari Papua" yang sama sekali berbeda dengan apa yang kami jumpai pada fakta 15 Agustus 2019 yang telah banyak tertulis di media arus utama," tulisnya.

Tegas disampaikan dalam surat tersebut bahwa kejadian yang menimpa warga Papua harus tetap dibukakan ruang dialog yang menyehatkan tanpa invertensi dan intimidasi.

"Kepada GMNI Malang Raya yang dinahkodai Bung Arif Budiaman dan HMI yang dipimpin oleh Kanda Sutriyadi untuk lebih berhati-hati dalam mengambil sikap dan terlebih mencantumkan nama organisasi PC PMII Kota Malang," tutup Surat Terbuka yang ditandatangani oleh Ketua PMII Cabang Malang, Sena Kogam MNVI dan Ahmad Syarif Fajaruli tersebut.


End of content

No more pages to load