Acara Penyuluhan Kesehatan organ Kewanitaan yang digelar oleh Bhayangkari cabang Jember (foto : istimewa / Jatim TIMES)

Acara Penyuluhan Kesehatan organ Kewanitaan yang digelar oleh Bhayangkari cabang Jember (foto : istimewa / Jatim TIMES)



Entah berawal dari kasus 'Ikan Asin' yang sempat viral, namun upaya Bhayangkari Jember dalam mengedukasi kaum wanita patut untuk disimak, hal ini seperti yang disampaikan oleh ketua cabang Bhayangkari Jember Ny. Cut Laura Kusworo saat menggelar Penyuluhan Kesehatan Organ Kewanitaan Bhayangkara Jember Selasa (20/8/2019).

“Alhamdulillah pada hari ini kami bisa menghadirkan narasumber yang kompeten untuk memberikan edukasi dan penyuluhan kepada kaum wanita, tentang betapa pentingnya kaum ibu untuk menjaga kesehatannya, terutama organ vital pada wanita itu sendiri, sebab wanita itu tidak cukup kalau hanya cantik wajah saja, tanpa memperhatikan organ lainnya,” ujar Ny. Cut Laura Kusworo kepada wartawan.

Menurut istri Kapolres Jember, kegiatan penyuluhan ini merupakan bagian dari peringatan HUT Bhayangkari ke 67, dimana beberapa elemen perempuan mulai dari Persit Kartika Candra Kirana (persatuan istri TNI), organisasi Gowa, PKK, dan juga beberapa persatuan istri anggota Brigif 9 juga ikut serta dalam kegiatan yang mengupas soal organ wanita ini.

“Kami menghadirkan narasumber dari Jakarta yang memang sudah ahli di bidangnya, diantaranya dr. Inge Satyo,dr. Bagus Setiawan dan juga dr. Ian MS, mudah-mudahan kegiatan ini bisa memberi manfaat bagi kaum ibu, karena dari kaum ibu lah lahir generasi bangsa yang berkualitas, oleh karenanya perlu untuk mengetahui tentang pentingnya menjaga kesehatan organ vital bagi kaum ibu,” tambah Ny. Cut Laura.

Dr. Inge Satyo Ariyanto yang juga foundation PSV (Perempuan Sadar Vagina) yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut menjelaskan, bahwa saat ini kebanyakan wanita tidak mengetahui tentang pentingnya menjaga kesehatan organ vitalnya, tetapi banyak dari kaum wanita yang lebih mementingkan paras wajahnya, padahal organ lainnya juga tidak kalah penting.

“Seperti organ Vital ada wanita, organ ini maupun organ lainnya bukan hanya sebagai alat reproduksi saja, namun juga sebagai alat ekploitasi. Bahwa organ vital sebagai aset bagi kaum wanita yang diberikan oleh Allah SWT sejak lahir kedunia, ini perlu dijaga, karena generasi bangsa berasal dari organ ini,” ujar dr. Inge.

Ia menambahkan, banyak kaum wanita yang tidak menjaga organ vitalnya ini, sehingga menyebabkan keputihan dan terinfeksi, hal ini dikarenakan sering memakai pakaian yang ketat yang membuat otot kelaminnya tertekan dan berkeringat.

“Sehingga mengakibatkan wanita rentan terkena kanker serviks pada leher rahim sehingga sel mudah lebih ganas, sel itu menyebabkan kematian pembunuh no 1 di dunia, 80 persen berasal dari lubang vagina,” ujar Inge.

Hal yang sama juga disampaikan oleh peneliti yang juga alumnus UGM, Bagus Setiawan MSi.Apt, menurutnya, kebanyakan wanita kurang memiliki pengetahuan mengenai cara merawat organ vitalnya. Bahwa organ vital yang juga organ intim itu penting, dan ada satu organ yang penting yaitu leher rahim. 92 ribu kasus kematian ibu- ibu karena kanker yang ada pada leher rahim.

“Sampai kapanpun vagina tidak bisa berbau wangi, karena vagina menghasilkan asam laktat, hydrogen peroksida, dan veromon. Kalau ibu keputihan, jangan sekali-kali bapak melakukan hubungan seksual. Supaya Vagina dan badan sehat sering kena sinar matahari pagi, candida albicans,” Jelasnya.

Peneliti itupun tak menampik jika hubungan seksual dengan suami atau istri menentukan ketahanan keluarga. Dari data yang ada, 90 persen angka perceraian diakibatkan suami tidak puas saat berhubungan badan dengan pasangannya. (*)

 


End of content

No more pages to load