Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR saat foto bersama tallent Smile Word JFC (foto : istimewa / Jatim TIMES)

Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR saat foto bersama tallent Smile Word JFC (foto : istimewa / Jatim TIMES)



Perhelatan Jember Fahion Carnaval (JFC) ternyata tidak hanya berkelas Internasional dengan menempati urutan ketiga dunia karnaval terbesar setelah Rio de Jeniro Brasil dan Pasadeno Flower Carnival di Los Angeles, tapi juga menjadi karnaval Inklusi pertama di Dunia.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR saat melihat secara khusus para tallent Smile Word yang beranggotakan mantan pasien penderita bibir sumbing dan tidak mampu.

“Saya bangga, karena JFC tidak hanya telah memiliki brand Internasional, tapi juga tidak meninggalkan peran sebagai karnaval inklusi yang terbuka untuk semua orang, usia dan suku, bagi saya, Mas Dynand memang telah tiada, tapi JFC bukan hanya milik Mas Dynand, tapi milik Jember, milik Indonesia dan milik semua,” ujar Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR.

Bupati juga menyampaikan kebanggaannya pada tallent Smile Word, menurutnya, dengan terlibatnya tallent mantan pasien bibir sumbing ini, secara tidak langsung telah menumbuhkan rasa percaya diri. 

"Setelah operasi mereka menjadi talent JFC dan percaya diri dengan dilatih bertahun-tahun, dan ada yang sudah tujuh kali mengikuti JFC ini, yang dibina oleh Rumah Sakit Bina Sehat Jember,” ungkapnya.

Dengan melibatkan anak-anak menjadi talent dalam JFC berarti melatih mereka untuk percaya diri, bangga dengan dirinya apapun keadaan dirinya. JFC ini bukan hanya untuk mereka yang terlahir cantik jelita dan rupawan, tetapi JFC adalah kretivitas sehingga siapapun akan tampil menarik dan indah.

“Karena untuk mengikuti ini ada workshopnya, dan yang paling menarik adalah mereka membuat sendiri pakaian JFC mereka. Mereka akan menjadi generasi kreatif dan terampil,” imbuh bupati.

Bupati menyebut beruntung Jember memiliki JFC, karena bisa dimanfaatkan sebaik mungkin bagi semua yang terlibat di Jember. Bupati pun berharap kedepan JFC semakin semarak dan membawa dampak ekonomi yang luar biasa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember, Anas Ma’ruf, menyampaikan, Kids Carnival ini adalah bibit-bibit penerus dari almarhum Dynad Fariz.

“Mari kita dukung bersama dan majukan bersama JFC 2019 ini yang memasuki JFC ke-18,” ujar Anas. (*)


End of content

No more pages to load