Wakil Bupati Jember Drs. KH. Muqit Arief didampingi Muspika Sumberbaru saat takjiah dirumah duka (foto : istimewa / JatimTIMES)

Wakil Bupati Jember Drs. KH. Muqit Arief didampingi Muspika Sumberbaru saat takjiah dirumah duka (foto : istimewa / JatimTIMES)



Matjuri warga Dusun Krajan Desa Jamintoro Kecamatan Sumberbaru Jember, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang meniggal di Malaysia, ternyata menyisakan pilu bagi keluarganya, sebelum akhirnya jenazah pria kelahiran 2 Februari 1984 bisa dibawa pulang ke tanah kelahirannya di Jember.

Menurut Hasan orang tua Matjuri, yang ikut menjemput jenazah anaknya pada Jumat (12/7/2019) di Bandara Juanda bersama dengan Camat Sumberbaru Dedy Winarno, kepulangan jenazah anaknya tidak lepas dari bantuan Pemerintah Kabupaten Jember.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati dan Pak Camat yang telah membantu biaya pemulangan jenazah anak saya, kami tidak tahu lagi bagaimana nasib jenazah anak saya kalau tidak bisa dibawa pulang,” ujar Hasan dengan perasaan haru dan sesekali terus mengucapkan terima kasihnya kepada bupati dengan menggunakan bahasa Madura.

Hasan menceritakan, saat mendengar kabar anaknya sakit tiga bulan lalu, dirinya hanya pasrah, dan melaporkannya ke pihak desa, kemudian oleh pihak desa diteruskan ke kecamatan. “Awalnya dikira sakit TBC, ia sempat dirawat oleh majikan dan teman-teman kerjanya, karena selama sakit tidak bisa makan nasi, dan hanya makan bubur saja,” cerita Hasan.

Dedy Winarno, Camat Sumberbaru yang mendapat laporan dari Kepala Desa Jamintoro, langsung melakukan koordinasi dengan bupati dan dinas tenaga kerja. “Kami langsung diperintah oleh Ibu Bupati untuk segera menindaklanjuti masalah ini,” ungkap Dedi Winarno, SPd, Camat Sumber Baru.

Setelah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak, ternyata Matjuri bisa dibawa pulang ke Indonesia setelah kondisinya memungkinkan dan mendapat persetujuan dari pihak rumah sakit di Malaysia. Sayangnya takdir berkehendak lain, 9 Juli lalu Matjuri meninggal dalam perawatan medis Hospital Kuala Kubu Bharu Kuala Lumpur Malaysia.

“Menurut informasi yang kami terima, dugaan sakit TBC ternyata salah, jadi Matjuri ini terkena kanker usus, yang tidak memungkinkan ia makan secara normal sehingga badannya menjadi kurus,” lanjut Dedi.

Mendengar informasi bahwa Matjuri telah meninggal, sejumlah upaya dilakukan, termasuk pengurusan kepulangan jenazah, pembayaran biaya rumah sakit dan pembayaran denda karena Matjuri diketahui overstay selama beberapa bulan.

“Yang bersangkutan bukan TKI ilegal, tapi memang overstay beberapa bulan karena sakit, sehingga tidak bisa memperpanjang izin kerjanya. “Semua biaya dan pengurusan dari Pemkab Jember dan ini semua berkat kerja keras dan kepedulian Ibu Bupati Faida,” tambahnya. (*)


End of content

No more pages to load