Hasan Kleib, perwakilan tetap UN, saat berbincang dengan Bupati Jember dr Hj Faida MMR di Kedutaan Besar Indonesia  di Swiss. (foto : istimewa / Jatim TIMES)

Hasan Kleib, perwakilan tetap UN, saat berbincang dengan Bupati Jember dr Hj Faida MMR di Kedutaan Besar Indonesia di Swiss. (foto : istimewa / Jatim TIMES)



Kehadiran Bupati Jember dr H Faida  MMR dalam forum PBB untuk HAM di Swiss membuat perwakilan kedutaan Indonesia di Jenewa, Swiss, mengundangnya untuk menyinergikan program Pemkab Jember dengan organisasi Internasional. Bahkan, perwakilan Kedutaan Indonesia di Swiss berkeinginan menjadikan Kabupaten Jember sebagai pilot project.

Hasan Kleib, perwakilan tetap UN, WTO, dan organisasi internasional Kedutaan Besar (Kedubes) Indonesia di Swiss mengaku bangga atas komitmen Pemkab Jember atas HAM yang diimplementasikan dalam setiap program bupati. "Saya meyakini, Kabupaten Jember akan menjadi rujukan daerah lainnya. Jadi contoh baik," katanya Selasa (18/6/2019) sore waktu setempat atau Selasa malam waktu Indonesia.

Sebagai hadiahnya, Bupati Faida mendapat tawaran beberapa program. "Banyak program di PBB. Kami siap memfasilitasi untuk Jember," janjinya.

Mendapat tawaran tersebut, Faida sempat meminta bantuan PBB untuk ikut andil menekan angka kematian ibu dan bayi di Jember. "Kami memiliki ambulans gratis di setiap desa. Totalnya ada 248 ambulans desa," ungkapnya.

Selain itu, biaya pengobatan untuk masyarakat miskin di Jember sudah digratiskan. "Kami siapkan BPJS Kesehatan gratis. Bagi yang tidak ter-cpver, tetap bisa gratis dengan SPM," terangnya.

Tak hanya itu. Persoalan pengolahan limbah juga sempat dikeluhkan Faida kepada perwakilan kedutaan di Swiss. Alhasil, mereka siap mem-back up-nya supaya niat menjadikan Jember sebagai daerah ramah HAM bisa terealisasi dengan sempurna. 

 


End of content

No more pages to load