Pasang Status Berisi Fitnah, Admin Grup Medsos Laporkan Warga Riau

Salah satu postingan akun bernama Rahmat Ilahi yang bikin heboh jagad maya di Jember. (foto : istimewa / Jatim TIMES)
Salah satu postingan akun bernama Rahmat Ilahi yang bikin heboh jagad maya di Jember. (foto : istimewa / Jatim TIMES)

JEMBERTIMES – Dalam dua minggu terakhir ini, jagad maya dunia media sosial (medsos) di Jember dihebohkan  status salah satu akun yang bernama Rahmat Ilahi. Dalam statusnya yang bikin gregeten warganet di Jember tersebut, Rahmat Ilahi yang mengaku beralamat di Riau memasang sayembara dengan memberi hadiah Rp 50-70 juta.

 Dalam statusnya yang diunggah di salah satu grup Facebook, Rahmat Ilahi membuat status yang ditujukan kepada warga Jember. Di situ dituliskan:  “Saudara2 ku yang ada di Kabupaten Jember, siapa yang tahu dan dapat menangkap wanita ini hidup atau mati bawa ke Riau kita jumpa kes 70 juta upahnya, atau yang tau alamat rumah, bagi yang bias membakar inbox dan foto rumahnya telah dibakar, 50 juta saya kirim lewat rekening, karena sudah menipu saya, dia asli Wonogiri Jawa Tengah." 

 Bahkan tidak hanya satu akun. Ada akun lainnya dengan nama Yudi yang juga melakukan hal sama. Akun yang bernama Yudi ini juga menjelek-jelekan seorang wanita yang diyakini sebagai mertuanya. Foto wanita yang diunggah tersebut juga terlihat menggendong bayi yang diakui sebagai anaknya. 

“Dijual lur, ada yang minat ngak lur, bagiku lur yang digendong mama ku Sri Rahayu luur, bayinya lahir tgl 26 Januari luur. Karena mertuaku **** tidak suka dan benci dgn bayi yg telah ku lahirkan luur, daripada bayiku disakiti mertuaku lur, yang minta bisa langung ke rumah, itu alamat lengkapku lur, 7 juta aja lur, trims,” tulis akun bernama Yudi. 

Atas beberapa postingan tersebut, akun yang juga admin grup Info Warga Jember (IWJ), yakni Slamet IWJ, melaporkan kejadian ini ke Mapolres Jember. Laporan itu dikarenakan pihaknya juga dicatut oleh kedua akun tersebut. “Hampir setiap hari ia mem-posting tiada lelahnya. Bahkan kemudian karena tidak lolos di IWJ pun, kemudian admin dan moderator juga terkena fitnahan serupa. Begitu juga dengan warga lain yang membela. Maka terus diblokir dan juga diunggahnya foto2 profil warga lainnya tersebut dengan fitnahan berikutnya. Oleh karena itu, saya melaporkan ke Mapolres Jember untuk menghentikan ulah orang tersebut dan tidak menebar fitnah dan teror lagi,” ujar Slamet IWJ.

Dalam laporannya Slamet menyertakan sejumlah bukti berupa capture atau tangkapan layar unggahan terlapor dengan akun Maret Brusli, Erwin Brusli, Brusli Maret Maret, Yudi, dan Rahmat Ilahi. Kemudian data diri terlapor yang diduga kuat bernama Erwin Sitompul (43), asal Kampung Baru I No 53 Dumai, Provinsi Riau.

Slamet menceritakan, awal mula terlapor menyebarkan berita bohong tentang dirinya setelah unggahannya di grup IWJ tidak disetujui oleh admin/moderator. Slamet beralasan, admin tidak bisa menyetujui karena cuitannya adalah masalah pribadi terlapor dengan NL, wanita asal Desa Karangrejo, Sumbersari, Jember yang cenderung mencemarkan nama baik seseorang.

Singkat cerita, akun Rahmat Ilahi mulai menyebarkan berita bohong tentang Slamet di grup "iwj.informasi warga jember" yang belakangan diketahui merupakan grup bebas tanpa moderator sehingga cuitan Rahmat Ilahi bebas berkeliaran mengungkapkan kebohongan dan ujaran kebencian kepada Slamet dan NL. "Mungkin dia sakit hati postingannya beberapa kali tidak diloloskan sehingga menyebarkan fitnah di grup sebelah," kata Slamet. 

Berbagai upaya telah dilakukan Slamet untuk mengetahui keberadaan terlapor seperti meminta bantuan ahli IT dan korwil IWJ di Tanjung Pinang. Kini, dia berharap polisi dengan tim sibernya bisa segera mengungkap kasus tersebut agar komunikasi media sosial di Jember bebas dari hoax, fitnah, pelecehan, dan ancaman terutama demi membela warga Jember yang dilecehkan.

Sementara, Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut. "Berkaitan dengan saudara H alias S (Slamet) itu sudah kami terima laporannya. Hari ini juga ada laporan dari pihak si perempuannya (NL) bahwa yang bersangkutan diberitakan dalam media sosial ada hubungan (dengan terlapor) dan sebagainya," ucapnya. 

Kusworo mengatakan, perkara ini sudah masuk dalam penyelidikan dan menyiapkan pasal UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) untuk menjerat terlapor. "Kami telusuri dan kami terapkan apakah masuk dalam unsur pasal sebagaimana UU ITE dalam artian ujaran kebencian maupun penyebaran berita bohong," terangnya.

 Meski posisi terlapor diduga berada jauh di Riau, Kusworo optimistis polisi siber bisa menuntaskan kasus tersebut. "Tentunya kami akan melakukan penyelidikan secara IT juga dengan polisi siber yang tidak bisa kami ungkap di sini metodenya bagaimana," pungkasnya. 

Pewarta : Moh. Ali Mahrus
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Jember TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jembertimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jembertimes.com | marketing[at]jembertimes.com
Top