Menjadi Pelopor Ekspor Ternak, 3 Peternak Asal Jember Dapat Penghargaan dari Kementan

3 Peternak yang akan mendapat penghargaan dari Kementan saat menemui Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR didampingi plt. Kepala Dinas Peternakan (foto : Moh. ALi Makrus / Jatim TIMES)
3 Peternak yang akan mendapat penghargaan dari Kementan saat menemui Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR didampingi plt. Kepala Dinas Peternakan (foto : Moh. ALi Makrus / Jatim TIMES)

JEMBERTIMES – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh 3 peternak asal Jember, mereka adalah Agus Solichul Huda, Shafiya Rifki, dan Edi Susilo asal Gumukmas Jember, ketiga peternak domba tersebut mendapat penghargaan dari Kementerian Peternakan (Kementan) dikarenakan berhasil mengekspor 6000 domba pada tahun 2017.

“Selama ini belum pernah ada ekspor ternak, dan apa yang sudah mereka lakukan merupakan pertama kalinya dilakukan oleh pemerintah Indonesia dengan mengekspor ternak dengan tujuan negara Malaysia, dan ternyata berhasil, inilah alasan mereka mendapat penghargaan dari Kementan,” ujar Plt. Kepala Dinas Peternakan Indah Dwi Budi Artini Senin (8/4/2019) saat mendampingin 3 petani menemui Bupati Jember.

Indah menambahkan, sebenarnya ada 10 peternak yang diseleksi untuk mendapatkan penghargaan, namun yang diambil 3 peternak asal Jember.

“Kemarin ada 10 peternak yang diseleksi, namun hanya tiga yang dipilih oleh Kementan dan semuanya dari Jember,” tambah Indah.

Agus Solichul Huda salah satu peternak yang mendapat penghargaan, kepada sejumlah wartawan mengatakan, bahwa penghargaan ini merupakan sebuah kebetulan, karena dirinya sama sekali tidak menduga, jika apa yang sudah dilakukan bersama anggotanya yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang bergerak di bidang peternakan merupakan yang pertama kalinya dilakukan di Indonesia.

“Saya sendiri tidak menyangka jika ekspor yang kami lakukan merupakan yang pertama di Indonesia, karena awalnya kami hanya resah dengan harga ternak yang setiap hari terus menurun, dulu pada tahun 2016, harga domba di Jember sangat murah, 1 juta dapat 3 ekor, sehingga saya bersama teman-teman mencoba mencari di Internet dan difasilitasi oleh presiden IPSI yaitu Ikatan Peternak Seluruh Indonesia untuk dipertemukan dengan pihak Importir asal Malaysia,” ujar Agus.

Dari permulaan itulah, akhirnya domba miliknya bisa dihargai per ekornya 1 Juta, “Sekarang harga domba bisa naik menjadi 1 juta per ekor, bahkan pada tahun 2019 ini, kami sudah bingung memenuhi permintaan ekspor, sebab harga di dalam negeri sudah stabil, makanya kami masih nego harga dulu dengan pihak Malaysia, intinya kami ingin harga domba ini bisa mensejahterakan peternak,” ujar Agus.

Sementara Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR usai menemui 3 peternak asal Gumukmas mengatakan, bahwa apa yang sudah dilakukan oleh 3 peternak ini patut dibanggakan dan bisa ditularkan kepada peternak yang lain, apalagi keinginan ekspor domba saat ini permintaanya cenderung naik.

“Apa yang sudah dilakukan oleh 3 peternak ini patut diapresiasi dan bisa ditularkan kepada peternak lainnya di Jember, dan ini menginspirasi, apalagi permintaan ekspor ternak juga cenderung naik, jika pada tahun 2016 lalu bisa mengekspor 6000 domba, harpan kami pada tahun ini bisa meningkat, dan tidak hanya di Malaysia saja, tapi kami dari pemerintah kabupaten akan mencoba merambah negara lain,” pungkas Bupati.

Pewarta : Moh. Ali Mahrus
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Jember TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jembertimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jembertimes.com | marketing[at]jembertimes.com
Top