Wisata Kampung Durian di Jember Di-launching, Ada Apa Saja?

Bupati Jember dr Hj Faida MMR bersama adm Perhutani Jember dan masyarakat LMDH saat acara launching kampung durian. (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)
Bupati Jember dr Hj Faida MMR bersama adm Perhutani Jember dan masyarakat LMDH saat acara launching kampung durian. (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)

JEMBERTIMES – Kabupaten Jember akhirnya memiliki destinasi wisata baru, yakni Kampung Durian yang ada di Dusun Pakis Utara, Desa Pakis, Kecamatan Panti. Launching Kampung Durian pada Kamis (21/3/2019) oleh Bupati Jember dr Hj Faida MMR ini bersamaan dengan penyerahan bagi hasil penjualan kayu milik Perhutani kepada 16 LMDH yang ada di wilayah Kecamatan Panti. 

Tidak hanya destinasi wisata Kampung Durian saja yang di-launching hari ini, tapi juga destinasi wisata lainnya yang ada di Desa Pakis. Di antaranya Air Terjun Rengganis, wisata embung air dan wisata petik kopi. "Hari ini kami launching Kampung Durian dan beberapa destinasi wisata lainnya seperti Air Terjun Rengganis, wisata air dan wisata kopi. Saya berharap dengan adanya destinasi wisata baru ini tidak hanya sekadar sinergitas antara Perhutani dengan Dinas Pariwisata. Tetapi juga memberikan efek secara ekonomi kepada masyarakat sekitarnya," ujar Bupati Faida. 

Dalam kesempatan tersebut, bupati juga berharap agar ke depannya Kampung Durian yang ada di Desa Pakis ini bisa menjadi kampung percontohan dalam menghasilkan durian dengan kualitas ekspor. Tentunya perlu adanya manajemen pasca-panen dan manajemen distribusi pemasaran. 

"Di Kampung Durian ini ada 7.000 pohon durian. Sekitar 1.700 ditanam di lahan milik Perhutani dan sisanya atau sebagian besar di lahan masyarakat. Saya berharap ke depan kualitas durian di sini bisa memiliki kualitas ekspor. Dan tentu perlu sinergitas antara Perhutani dengan masyarakat dan Dinas Pariwisata dalam memanajemen pasca-panen dan distribusinya sehingga bisa memberikan penghasilan yang lebih kepada petani durian," kata bupati. 

Selain itu, bupati berharap agar wisatawan yang berkunjung ke Kampung Durian ini tidak hanya menikmati durian yang sudah masak. Tetapi Perhutani dan masyarakat juga harus bisa memberi edukasi kepada wisatawan tentang bagaimana menanam durian yang benar. 

"Yang lebih pentting lagi, wisatawan yang datang ke Kampung Durian jangan hanya disuguhi buah durian yang sudah dipetik dan tinggal makan, tapi juga diajari bagaimana menanam durian yang benar, sehingga ada edukasi dan memberi manfaat kepada wisatawan," tambah bupati.

Sementara Adm Perhutani Jember Rukman Supriatna SHut MM Par pada kesempatan tersebut mengatakan, konsep destinasi wisata Kampung Durian yang ada di Desa Pakis untuk saat ini masih belum menggunakan sistem bayar loket.vtetapi wisatawan bisa berkunjung dan langsung membeli durian kepada masyarakat di Dusun Pakis Utara, Desa Pakis. Namun ke depan, sesuai arahan bupati, pihaknya akan mengatur manajemen di Kampung Durian.

"Ini kan baru awal. Pengunjung yang datang ke Kampung Durian tidak perlu membayar retribusi. Jika ingin menikmati durian, ya bisa langsung beli kepada masyarakat. Namun ke depan kami akan mengkaji dan melakukan manajemen yang lebih profesional. Selain bisa memanjakan wisatawan, juga bisa memberikan dampak ekonomi yang lebih bagi masyarakat sini," pungkas Rukman. 

Pewarta : Moh. Ali Mahrus
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Jember TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jembertimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jembertimes.com | marketing[at]jembertimes.com
Top