Beredar Kabar Guru K2 yang Daftar P3K Dipungli

Kepala BKD Pemkab Jember Ruslan Abdul Gani saat dikonfirmasi. (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)
Kepala BKD Pemkab Jember Ruslan Abdul Gani saat dikonfirmasi. (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)

JEMBERTIMES – Lowongan pekerja pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) tahap I sudah berjalan dan tinggal menunggu pengumuman. Namun di Jember muncul kabar tak sedap. Yakni sejumlah guru K2 yang tidak lolos dan di bawah passing grade diminta menyetorkan uang senilai Rp 300 ribu oleh seorang oknum.

Dari data yang diterima media ini, oknum yang berinisial IH menghubungi sejumlah guru K2 yang nilainya di bawah passing grade untuk menyetor uang dengan jumlah tersebut ke rekeningnya. Dalihnya untuk iuran mengantar data ke pusat agar bisa diloloskan menjadi P3K.

“Sampeyan harus percaya sama saya. Ini eman lho. Sudahlah Pean percaya sama saya. Ini untuk dibawa ke pusat, menyerahkan data guru-guru K2. Jadi, bisa dipastikan ini nanti lolos,” ujar suara telepon yang berhasil di rekam oleh salah satu K2 yang ditemui media ini.

Oknum IH saat menunjukkan rekeningnya di group whatsap K2 Jember

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Jember Ruslan Abdul Gani saat dikonfirmasi Jatimtimes pada Kamis (14/3/2019) mengatakan bahwa perekrutan P3K gratis tidak ada pungutan. Begitu juga mengenai pengumuman kelulusan. Tidak ada titipan maupun biaya yang harus dibayarkan.

“P3K tahap I saat ini masih proses. Pengumumannya sendiri juga belum keluar. Kapan keluarnya, kami juga tidak tahu karena yang mengumumkan panselnas. Semua berjalan transparan dan tidak ada istilah harus membayar dengan nominal tertentu agar dinyatakan lolos. Semua gratis. Yang bisa menolong hanyalah Allah,” ujar Ruslan.

Ruslan menyayangkan adanya pihak-pihak tertentu yang meminta sejumlah uang dengan dalih untuk meloloskan data ke pusat agar bisa menjadi PNS. “Saya minta kepada guru K2 yang dinyatakan nilainya di bawah passing grade untuk tidak percaya jika ada iuran untuk meloloskan data. Yang jelas itu pungli. Kalau misal sudah ada yang bayar dan menyetorkan uang, tanyakan kepada yang bersangkutan langsung. Yang jelas itu bukan tanggung jawab BKD. Jangan-jangan nanti K2 yang tidak lolos dan sudah bayar akan dibenturkan dengan BKD lagi,” ujar Ruslan.

Sementara Bupati Jember dr Hj Faida MMR saat dikonfirmasi terkait adanya pungutan kepada K2 yang tidak lolos passing grade menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember menolak keras adanya pungli. Jika memang benar ada yang dimintai uang dengan jumlah tertentu, silakan lapor ke tim saber pungli. “Ini sudah tidak benar, harus diungkap. Pemkab Jember antipungli,” tegas bupati. 

Pewarta : Moh. Ali Mahrus
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Jember TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jembertimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jembertimes.com | marketing[at]jembertimes.com
Top