Segera Dilaunching di Kota Malang, Sentra Ngopi Terbesar di Indonesia

Foto bersama usai diskusi di Terminal Kuliner Dinoyo, Pasar Raya Dinoyo. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Foto bersama usai diskusi di Terminal Kuliner Dinoyo, Pasar Raya Dinoyo. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

JEMBERTIMES, MALANG – Pasar Dinoyo yang lokasinya terintegrasi dengan Mall Dinoyo City (MDC) akan menyajikan warna baru. Khususnya bagi para pecinta kopi dan kuliner.

Pasar Raya Dinoyo lantai 1 akan disulap menjadi lokasi baru yang dirancang khusus untuk para pecinta kopi, terutama para mahasiswa Malang yang biasa menghabiskan waktu berdiskusi sambil ngopi.

Tidak perlu heran jika ke depan tempat ini akan jadi satu-satunya di Indonesia yang layak jadi jujukan para pecinta kopi nasional dan Internasional.

Sebab, tempat ini akan menjadi pusat berkumpulnya anggota komunitas kopi Malang Raya dengan sajian kopi andalannya masing-masing. 

Seluruh jenis kopi Malang Raya dan daerah lain akan disajikan di tempat ini. 

Mereka akan menempati kios-kios yang sudah dikreasi khusus sesuai karakter dan cita rasa kopi yang mereka sajikan.

Bertolak dari sejarah asal muasal kawasan Pasar Dinoyo yang dulunya merupakan terminal legendaris di Malang, maka  tempat ini diberi nama Terminal Kuliner. 

Selain menjadi pusat berkumpulnya para pelaku UMKM kuliner Malang, tempat ini akan menjadi spesial kerena di dalamnya ada T-Coffee.

T-Coffee ini akan menjadi ikon baru kopi di Kota Malang. Seluruh pemilik brand kopi akan berkumpul di sini. 

Mulai dari Kopi Semeru, Kopi Bromo, Kopi Arjuno, Kopi Dampit, dan beberapa jenis kopi lain.

Nama T-Coffee  sendiri merupakan kependekan dari TIMES Coffee, dimana media online berjejaring terbesar di Indonesia, MalangTIMES.com (JatimTIMES Grup) menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah berdirinya pusat kopi Malang Raya ini.

Meskipun tempat ini belum resmi dilaunching, namun semangat anak muda dan para mahasiswa untuk memanfaatkan pusat kopi dengan varian paling banyak di Indonesia ini mulai nyata terlihat. 

Rabu (27/2/2019) para mahasiswa dari sejumlah kampus di antaranya Universitas Brawijaya (UB), Unisma, Unmer dan UMM sudah mulai menggelar diskusi.

Mereka membahas secara serius tentang mahasiswa dan perkembangan UMKM di Malang dan Indonesia. 

Diskusi terlihat gayeng dalam suasana santai sambil menikmati kuliner dan tentu kopi khas Malang. 

"Kami sadar sepenuhnya bahwa Malang adalah Kota Pendidikan. Kita ini dikelilingi puluhan kampus. Oleh karena itu mahasiswa harus kita rangkul. Mahasiswa butuh tempat untuk ngobrol, tempat untuk diskusi," ungkap Ketua Kadin UMKM Kota Malang H. Imam Abda'i, SH.SE.MM kepada MalangTIMES, Rabu (27/2/2019).

Untuk itu, lanjutnya, setelah ada Terminal Kuliner dan T-Coffee, di tempat ini akan dibuat juga Kampung Kreatif Mahasiswa. 

Menurut Imam, mahasiswa akan diberikan space dan waktu seluas-luasnya untuk berdialog, berdiskusi dan berkreasi. 

Konsep ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Kota Malang yakni memperbanyak Destinasi Wisata Halal di Kota Malang. 

Terminal Kuliner sendiri menjamin produk yang dijajakan 100 persen halal. 

Jadi, para pencinta kuliner dan kopi tidak perlu ragu datang karena Terminal Kuliner karena sudah digaransi aspek kehalalannya.

Selain halal, menanggapi persiapan era revolusi industri, akan ada aplikasi khusus di Terminal Kuliner

Aplikasi tersebut memuat menu, cara pesan, bahkan apabila ingin order online juga bisa karena sudah bekerja sama dengan OVO, Go Good, dan lain-lain.

Cara memesan menu di Terminal Kuliner dan T-Coffee pun unik. Pengunjung tinggal download aplikasi yang sudah disiapkan. 

Selanjutnya pengunjung tinggal melakukan Scan barcode yang tertera pada masing-masing meja pelanggan dan secara otomatis akan muncul menu-menu yang disiapkan. 

Pengunjung tinggal pesan menu yang ada sesuai petunjuk yang tertera pada aplikasi khusus tersebut.

Sementara itu, Pimpinan Manajemen Mall Dinoyo City, Jufri Naz menyatakan Mal Dinoyo memang ingin memberikan wadah kepada para pelaku UMKM yang terhalang faktor biaya.

"Secara umum Dinoyo ini, baik pasar maupun mal awalnya memang diisi para pelaku usaha kecil semua. Nah, kami sendiri kan melihat banyak teman-teman UMKM yang butuh wadah ini karena mereka terbatas biaya. Jadi awalnya kita ingin memfasilitasi tempat untuk teman-teman UMKM ini," ujarnya.

Jufri sendiri berharap pemberdayaan UMKM ini bisa maksimal. 

Sebab, banyak riset mengatakan bahwa yang mempertahankan ekonomi negara dari krisis ekonomi global tak lain adalah UMKM. 

Hal ini dinyatakan oleh Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Jurusan Bisnis Unisma Robi Nur Akbar yang turut hadir dalam diskusi tersebut.

"Ini bisa menjadi wadah baru. Kita sebagai akademisi harus turun ke bawah dan berkolaborasi dengan mahasiswa membangun sebuah produk dan menguatkan itu, terutama dengan UMKM. Banyak riset yang menyatakan bahwa yang mempertahankan ekonomi negara dari krisis ekonomi global adalah UMKM," pungkasnya.

Sementara itu, menanggapi adanya Terminal Kuliner dan T-Coffee ini, anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dan Pakar Tata Kota ITN Malang Budi Fathoni menyatakan bahwa adanya Terminal Kuliner Dinoyo ini turut melestarikan budaya Kota Malang.

"Untungnya di sini ada nama Kampung Dinoyo. Itu sudah herritage. Kampung itu sudah herritage. Sejak dahulu kala terbentuknya Kota Malang itu sudah terkenal dengan kampung. Karena itu, saya yakin Pasar Dinoyo ini lebih representatif menjadi pusat bisnisnya rakyat," ungkapnya.

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Heryanto
Publisher :
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jembertimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jembertimes.com | marketing[at]jembertimes.com
Top