Jumlah Penderita HIVAIDS di Jember Menurun

ilustrasi grafik jumlah penderita Aids dari tahun ke tahun (sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Jember)
ilustrasi grafik jumlah penderita Aids dari tahun ke tahun (sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Jember)

JEMBERTIMES – Menjelang Hari Aids se Dunia yang biasa di peringati setiap 1 Desember, banyak dilakukan pemerintah termasuk di Kabupaten Jember.

Data terbaru yang diterima media ini, jumlah penderta HIV/Aids di Jember pada tahun 2017 berjumlah 506 penderita. 

Data ini menunjukkan adanya penurunan jumlah penderita dibanding tahun 2017 yang mencapai 637 orang yang terjangkit.

“Sejak tahun 2015 sampai saat ini, jumlah penderita Aids terus menurun, didata kami, pada tahun 2015 jumlahnya mencapai 669 orang dimana 39 orang dinyatakan meninggal, sedangkan pada tahun 2017 jumlah penderitanya mencapai 637 orang dan 4 meninggal, sedangkan tahun ini 506 penderita HIV dan tidak ada yang meniggal, artinya sasaran kebijakan pemerintah terkait perkembangan penyakit ini bisa dikatakan berhasil,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Jember dr. Hj. Siti Nurul Qomariyah.

Nurul menyatakan, penyakit HIV/AIDS memang masuk kategori penyakit berbahaya dan telah merenggut banyak nyawa. 

Namun bukan berarti penderita HIV/AIDs (ODHA) tidak diperhatikan. Karena mereka memiliki hak atas jaminan kesehatan sesuai amanat UU nomor 40 tahun 2004.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember Dr. Siti Nurul Qomariyah, pemerintah pusat dan daerah bertekad untuk mewujudkan masyarakat bebas dari jeratan penyakit HIV/Aids, yaitu dengan pengendalian dan pencegahan.

"Memang ada program untuk menanggulangi penyakit HIV dan Aids. Diantaranya adalah pencegahan, pendampingan dan pengobatan secara rutin. Untuk itu kami berjalan sinergis dengan banyak pihak dalam mendukung kesembuhan penderita penyakit ini," ujarnya.

Nurul menambahkan, bahwa Pemerintah Kabupaten Jember terhadap penderita HIV dan Aids telah berupaya memberikan perhatian khusus untuk pencegahan dan penanggulangannya. 

Selain dengan sosialisasi ditingkat Puskesmas dan Kecamatan, juga pemeriksaan secara dini terhadap orang hamil untuk mendeteksi HIV/Aids.

"Kita laksanakan tugas penyuluhan kepada masyarakat khususnya remaja yang rentan HIV dan Aids. Selain itu kita periksa ibu hamil untuk dideteksi dini, karena kita punya kader untuk program pendampingan dan pengobatan untuk HIV/Aids," pungkasnya. (*)

Pewarta : Moh. Ali Mahrus
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Jember TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jembertimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jembertimes.com | marketing[at]jembertimes.com
Top