Kepala Dusun di Jember Tiap Hari Beri Nasi Kotak ke Puluhan Duafa

Kepala Dusun Sentong Baitul Aziz (pakai kaus bergaris) bersama babinsa dan anggota komunitas membagikan nasi kotak kepada warga. (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)
Kepala Dusun Sentong Baitul Aziz (pakai kaus bergaris) bersama babinsa dan anggota komunitas membagikan nasi kotak kepada warga. (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)

JEMBERTIMES – Kepedulian Bupati Jember dr Hj Faida MMR dan Wakil Bupati Jember Drs KH Abdul Muqiet Arif terhadap kaum duafa hingga menjadikan pemimpin Jember saat ini sebagai bunda duafa menebarkan ‘virus’ yang sama terhadap masyarakat Jember. Seperti yang terlihat di Dusun Sentong, Desa Karanganyar, Ambulu, Jember.

Masyarakat di Dusun Sentong di bawah komando Kepala Dusun Baitul Aziz ini memiliki rutinitas baru setiap harinya, yaitu membagikan nasi kotak kepada 35 duafa yang ada di lingkungannya. Aksi sosial ini melibatkan masyarakat desa hutan yang tergabung dalam komunitas Prabu Saka Akronim dari Paguyuban Prayoganing Budhi Masyarakat Karanganyar. Mereka membagikan nasi kotak tersebut setiap hari secara bergantian.

“Awal kegiatan ini bermula saat salah satu warga yang datang ke saya dengan kondisi gemetar dan wajah pucat. Kedatangannya ini mau minta makan karena sejak pagi belum makan. Sedangkan saat itu sudah tengah hari sekitar pukul 10.30. Setelah peristiwa itu, saya kumpulkan warga saya dan anggota LMDH saya. Awalnya kami gantian memberi makan. Namun karena jumlahnya bertambah, akhirnya kami himpun melalui paguyuban ini,” ujar Baitul Aziz Jumat (26/10/2018), mengenang awal terbentuknya paguyuban.

Aziz, yang juga alumni Pondok Pesantren Roudlatut Tholabah Kebonsadeng, ini merasa prihatin dan hampir tidak percaya jika ada warganya yang ternyata kekurangan sampai-sampai tidak bisa makan. “Beruntung saat ini ada donatur yang peduli dan membantu. Namun hal ini juga tidak bisa dibiarkan terus-menerus. Kami bersama donatur yang juga salah satu lembaga yang memiliki tujuan pemberantasan buta aksara berusaha untuk mengentaskan warga dari kemiskinan ini. Selain dengan mengajari warga untuk bisa baca tulis, warga juga dilatih untuk mandiri dengan membuat berbagai keterampilan,” ujar dia.

Aziz menyadari bahwa untuk bisa mengentaskan kemiskinan warga ini, dirinya tidak bisa bekerja sendiri. Perlu uluran pihak-pihak terkait, “Mereka tidak memiliki lahan untuk bertani. Pekerjaan juga serabutan. Ini menjadi PR kami bagaimana agar warga kami ini bisa mandiri dengan memiliki keterampilan untuk meringankan beban hidupnya,” ungkap dia.

Saat ini, pihaknya bersama dengan kepala desa sudah mendata jumlah warga yang berada di bawah kemiskinan dan mengajukan ke Dinas Sosial Pemkab Jember untuk mendapatkan solusi. “Saya bersama dengan kepala desa sudah mengirimkan data warga kami yang berada di bawah kemiskinan ke Dinas Sosial Pemkab Jember. Mudah-mudahan dalam waktu dekat segera ada tindak lanjut. Sambil menunggu penanganan dari pemkab, kami secara patungan dan iuran dari donatur bahu-membahu meringankan beban mereka,” pungkas Aziz. (*)

Pewarta : Moh. Ali Mahrus
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Jember TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jembertimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jembertimes.com | marketing[at]jembertimes.com
Top